BOALEMO - Pemerintah Kabupaten Boalemo kembali mendapatkan kepercayaan dengan menerima tambahan tujuh lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada tahun 2026. Meski menyambut positif program ini, Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, langsung memberikan peringatan keras kepada pihak penyedia pelaksana terkait sempitnya waktu pengerjaan.


Peringatan tegas tersebut disampaikan Rum Pagau saat menerima audiensi tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyedia Pelaksana Pembangunan KNMP di Rumah Jabatan Bupati pada Rabu (29/7/2026). Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Lahmudin Hambali dan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Boalemo, Arsad Murad.


Dalam arahannya, Bupati menyoroti sisa waktu efektif di tahun 2026 yang terbilang sangat singkat. Ia meminta pihak pelaksana untuk benar-benar memacu progres di lapangan.

"Pekerjaan proyek ini efektivitas waktunya hanya sekitar empat bulan. Sekarang sudah di akhir bulan Juli, artinya empat bulan ke depan waktu yang sangat krusial untuk penyelesaian," tegas Rum Pagau di hadapan tim PPK.


Sikap tegas Bupati ini bukan tanpa alasan. Ia menjadikan proyek sebelumnya sebagai bahan evaluasi dan evaluasi tajam. Rum Pagau tidak ingin preseden buruk keterlambatan proyek kembali terjadi di tujuh lokasi baru ini.

Ia secara khusus mencontohkan lambatnya pengerjaan proyek KNMP di Desa Pentadu Barat. "Jangan sampai seperti pengerjaan KNMP di Desa Pentadu Barat. Seharusnya proyek itu sudah selesai di bulan Juni, tetapi hingga kini baru mencapai 60 persen," tekannya.


Sebagai informasi, tujuh tambahan lokasi pembangunan program KNMP 2026 di Kabupaten Boalemo ini tersebar di lima kecamatan, dengan rincian sebagai berikut :

Kecamatan Mananggu : Desa Tabulo Selatan

Kecamatan Dulupi : Desa Tabongo

Kecamatan Botumoito : Desa Patoameme

Kecamatan Paguyaman : Desa Girisa

Kecamatan Paguyaman Pantai : Desa Limba Tihu, Desa Bubaa, dan Desa Olibuu.