GORONTALO — Jagat media sosial di Gorontalo baru-baru ini dihebohkan oleh beredarnya sebuah surat pengumuman yang mencatut nama Gubernur Gorontalo. Surat tersebut mengklaim bahwa pemerintah menetapkan hari libur khusus pada Senin, 20 Juli 2026, dalam rangka perayaan dan momentum menonton laga Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina. Namun, masyarakat diminta berhati-hati, karena dokumen tersebut dipastikan 100% hoaks.
Berdasarkan penelusuran, dokumen palsu bernomor 003/14869/SET itu dibuat seolah-olah resmi. Di dalamnya tertulis instruksi yang meliburkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), PPPK, hingga karyawan di perusahaan swasta di seluruh wilayah Gorontalo.
Merespons beredarnya informasi menyesatkan ini, pihak Staf Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo langsung mengambil langkah cepat dengan memberikan klarifikasi. Humas menegaskan bahwa instansinya tidak pernah menerbitkan surat edaran terkait libur Pildun tersebut. Tidak hanya itu, tanda tangan Gubernur yang dibubuhkan pada surat bodong itu juga dikonfirmasi palsu dan hasil rekayasa.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfo) Provinsi Gorontalo, Trizal Entengo, turut angkat bicara untuk meredam kebingungan publik. Ia meminta agar para pegawai pemerintahan dan masyarakat umum tidak mudah terpancing.
"Pengumuman itu hoaks. Kami mengimbau seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan masyarakat agar tidak mempercayai pengumuman yang menyesatkan tersebut," tegas Trizal.
Lebih lanjut, pihak Kominfo mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah gencarnya arus informasi. Trizal mengimbau seluruh elemen masyarakat agar membiasakan diri melakukan pengecekan ulang (cross-check) terkait informasi apa pun yang beredar melalui kanal-kanal resmi milik Pemprov Gorontalo. Hal ini dinilai krusial untuk mencegah rantai penyebaran berita bohong yang berpotensi memicu kesalahpahaman dan keresahan publik.


